Postingan

Menampilkan postingan dari Desember, 2021

KESIBUKAN SANTRI

Gambar
 KESIBUKAN SANTRI NDALEM; sibuk melayani keperluan rumah tangga kiai, entah masak, bersih-bersih, nyopir, laden, nyawah, atau lainnya. Santri ndalem ini bisa dibilang menduduki 'strata kesantrian tertinggi' di pondok. NGANTOR; menjadi pengurus manajemen pesantren. Ngurusi penerimaan santri baru, surat menyurat, event-event tertentu, narik syahriyah, nyusun jadwal ustadz, menindak pelanggaran, dan seterusnya. MANGGUNG; kerap tampil dalam acara-acara pondok. Entah lomba, jadi vokalis, penabuh terbang, simakan, dan sebagainya. Jenis ini biasanya terkenal di seantero komplek, banyak fansnya. Biasanya pulang ke pondok bawa berkat atau amplop. NDAMPAR; fokus ngaji atau 'madep dampar'. Kegiatannya didominasi mutolaah, nderes, bahtsu, menulis, mengajar. WIRIDAN; malamnya melekan, solat sunah, merapal wirid, ziaroh. Siangnya puasa senen kemis, ndawud, ngrowot, ndalail, dan semisalnya. Tiap kesibukan di atas menjadi proses belajar bagi masing-masing santri, sesuai 'passion...

DOA ORANG TUA UNTUK ANAK-ANAKNYA

Gambar
 DOA ORANG TUA UNTUK ANAK-ANAKNYA Dari Habib Ali bin Muhammad bin Husein Al-Habsyi (Sohibul Maulid) Apabila kalian melihat anak-anak kalian tidak sesuai dengan tabi'at kalian, hendaknya kalian amalkan membaca doa ini. ‏اللَّهُمَّ بَارِكْ لِى فِى أَوْلاَدِى, وَاحْفَظْهُمْ وَلاَ تَضُرُّهُمْ, وَوَفِّقْـهُمْ لِطَاعَتِكَ, وَارْزُقْنِى بِرَّهُـمْ,بِرَحْمَتِكَ يَـاأرْحَـمَ الرَّاحِمِيْنَ. Allahumma baarik lii fii aulaadiiy, wah-fadh-hum walaa tadhurruhum wawaffiqhum li-thoo’atika, war-zuqnii birrohum birohmatika yaa ar-hamar-roohimiin. Artinya: Ya Allah, berkahi aku pada diri anak-anakku, dan jagalah mereka serta janganlah Engkau bahayakan, dan limpahi mereka taufik untuk taat kepada-Mu, Dan karuniakan kepadaku ketaatan mereka (birrul waalidain) kepadaku, dengan rahmat-Mu ya Allah, Dzat yang Maha Penyayang. (Dibaca setiap hari ba'da shalat dan setelah membaca doa ba'da adzan) Catatan : Doa ini juga mujarab bagi anak yang nakalnya melampaui batas dan susah mendengar nasehat orang t...

Boyong Pas Mondok

Gambar
 *Boyong Pas Mondok* Pernahkah njenengan tidak krasan di pondok dan minta boyong?  Saya pernah.  Lulus MI, Abah Ibuk memasukkan saya ke sebuah pesantren salaf. Di kecamatan sebelah. Waktu itu di lingkungan saya umumnya anak mondok ya lulus MTs, saya baru lulus MI. Situasinya belum seperti sekarang.  Menurut semua keluarga, saya waktu itu masih terlalu kecil. Di rumah juga ada ngaji, ada diniyah, tapi abah mekso saya mondok biar tidak hanya belajar ngaji, tapi juga belajar tentang keprihatinan,  kemandirian, keberagaman, persaudaraan, dan lain lain.  Di rumah ya jane saya pasti ngaji, tapi abah takut saya jadi manja karena tidak belajar prihatin. Saya manut. Dengan catatan, saya minta disambang tiap malam jumat. Ternyata ora. Huhu Di pesantren, banyak hal yang mengagetkan, tapi satu persatu bisa teratasi. Abah selalu mengajarkan saya untuk gampang menyesuaikan diri meskipun saya baru lulus MI.  Saya yang di rumah kalau mandi tinggal jebur jebur seger, d...